M. Azwan Khairan Al Ghany

Senin, 24 September 2012

Cinta Ayah Kepada Istri dan Anak
Ada cinta yang kadang terabaikan, bukan karena tak berarti besar tapi karena cara pengungkapan yang berbeda..

Kita semua tahu, cinta Ibu tak akan pernah terbayar dengan apapun dimuka bumi ini, tapi bukankah cinta Ayah pun juga tak akan pernah terbayar dengan apapun dimuka bumi ini, meski Rasulullah dalam hadisnya hanya mengucapkan Ayah satu kali tapi sungguh cinta Ayah pun sesungguhnya tak pernah pudar..

Ingat, ketika Ibu sedang mengandung, Ayah yang paling khawatir akan kesehatan Ibu dan anaknya, Ayah yang setianya menunggu Ibu, meringankan tugas Ibu, memijit pinggang dan kaki Ibu, mengelus perut Ibu, menenangkan hati Ibu, dan menemani Ibu, itu semua dilakukannya ditengah kesibukan-kesibukannya, ditengah kantuk dan lelahnya, dan ditengah
giat-giatnya mencari nafkah untuk buah hati yang akan segera lahir..

Ingat, ketika kita lahir dan mulai tumbuh berkembang, Ayah yang paling protektif menjaga kita, Ayah yang membantu Ibu mengganti popok kita di tengah malam meski baru pulang malam dan esoknya harus kembali mencari nafkah, memijit punggung Ibu yang menurut dokter itu dapat meningkatkan ASI, menemani Ibu dalam setiap kerepotannya, setidaknya baginya itu dapat menyenangkan dan membahagiakan istrinya kalau ia tidak sendiri..

Ingat, seorang Ayah, dengan cintanya, pergi pagi pulang malam mungkin malah ada yang beberapa minggu atau bulan sekali baru kembali pada keluarganya, tak ada yang lain karena cintanya pada istri dan anak-anaknya..setiap tetes peluh yang membasahi tubuhnya tak akan dihelanya karena cintanya pada istri dan anak-anaknya..keluh kesah jauh darinya hanya ingin melihat istri dan anak-anaknya tersenyum kala ia berjumpa dengan mereka..

Ingat, seorang Ayah, dengan lelahnya, ia sempatkan bermain dengan anak-anaknya, menjadi kambing jalan merangkak pun ia lakukan hingga anak-anaknya pun tertawa bahagia, sosoknya yang selalu dinantikan oleh istri juga anak-anaknya, tak ada lelah yang ia tampakkan..

Ingat, seorang Ayah, dengan kesabarannya, ia turutkan semua permintaan istri dan anak-anaknya, meski ada kecewa hampiri diri mereka, dengan kesabarannya ia hadapi dengan senyuman, hingga syukur itu selalu ada..

Ingat, seorang Ayah, dengan harapnya, hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya, hanya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya, berharap rejeki yang halal untuk keluarganya, rejeki yang berlimpah untuk keluarganya, yang tentu saja datangnya dari ALLOH Yang Maha SegalaNya..

Cinta Ayah begitu berarti besar, ia yang mencari nafkah, menghidupi keluarga, ia lakukan dengan ikhlas dan lapang..dengan penuh kesadaran akan tanggungjawabnya..

Cinta Ayah begitu berarti indah, ia selalu berusaha untuk selamatkan keluarganya dari segala pintu neraka, ia didik dan jaga istri dan anak-anaknya menjadi pribadi-pribadi tangguh yang selalu ingat akan Tuhannya, ALLOH Yang Maha SegalaNya, dan RasulNya..

Ayah dan Ibu, adalah sosok cinta yang berbeda, namun mereka berpadu satu dalam ikatan rumah tangga, menjadi indah, menjadi bermakna, Ayah dengan kekuatannya, Ibu dengan kelembutannya.

Cinta Ayah tak akan pernah pudar meski Rasulullah hanya mengucapkan sekali dalam hadistnya, meski negara tak menetapkan hari Ayah, cintanya tetap mengalir indah, mengajarkan banyak hal.
Sumber : ummunadia

membaca Artikel  ini jujur sempat membuat terenyuh hati dan beberapa saat lamanya merenung dan menghayati bahwa sesungguhnya aku sangat mencintai istri dan anakku, walau mungkin tidak terlihat ungkapan rasa sayang dan cinta kepada mu Istri dan Anakku.....
semoga kita jadi keluarga yang harmonis dan selalu dalam rahmat Allah SWT...amin ya robbal alamin....

Keadaan terpuruk bukanlah buruk, bila dihadapi dengan tenang, dan bijak serta berjuang terus pantang mundur, dan diiringi doa yang tulus! Setiap tantangan dan rintangan adalah cambuk untuk memotivasi kita mencapai kemajuan dan kemenangan. 

Pepatah mengatakan: "Kehidupan bukanlah jalan yang lurus dan mudah dilalui di mana kita bisa bepergian bebas tanpa halangan. Kehidupan seringkali berupa jalan-jalan sempit yang menyesatkan, di mana kita harus mencari jalan, tersesat dan bingung! Sering rasanya sampai pada jalan tak berujung. Namun, jika kita punya keyakinan Kepada Sang Maha Pemilik Kehidupan, pintu pasti akan dibukakan untuk kita. Mungkin bukan pintu yang selalu kita inginkan, namun pintu yang akhirnya akan terbukti, terbaik untuk kita!" - A.J. Cronin.

Saat kita menjelang dewasa, hidup memang tidak selalu indah. Lihatlah, langit pun tak selalu cerah, suram malam kadang tak berbintang. Itulah lukisan alam. Itulah aturan Tuhan. Hidup adalah belajar. Belajar untuk menyelesaikan setiap teka-teki yang sudah disiapkan oleh-Nya untuk kita. Yang terpenting adalah, dalam kondisi apapun, lakukanlah selalu yang terbaik yang kita bisa. Seberat apapun masalahmu kawan, sekelam apapun beban dalam hidupmu, janganlah engkau berlari, apalagi sembunyi! Temuilah Dia dengan lapang dada dan bersihnya hati. Yakinlah, dengan KESABARAN, kita akan bisa bertahan dari segala badai cobaan. Saat engkau mendapati masalah, yakinlah, sebenarnya engkau tengah dipersiapkan-NYA tuk menjadi sosok yang tegar & berani....

Senin, 27 Agustus 2012

Iti Octavia dan Ade Sumardi Terus Menuai Dukungan




Ketua DPRD Lebak, Ade Sumardi menyatakan siap berdampingan dengan Ketua DPC Partai Demokrat, Iti Octavia Jayabaya pada Pilkada Lebak 2013 mendatang. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak itu menyatakan kesiapannya, dengan catatan warga dan partainya menghendaki dan menyetujuinya.
“Saya siap menjadi “budaknya” rakyat, karena itu konsekuensi pemimpin. Saya mengucapkan terima kasih atas desakan dan aspirasi masyarakat yang menduetkan saya dengan Ibu Iti. Tetapi sebagai kader partai, saya tetap patuh dan menunggu restu partai,” ujar Ade Sumardi kepada BANTEN POS, Selasa (10/7).
Kata Ade, dirinya menganggap desakan warga adalah kepercayaan yang harus dijalankan dengan sebaik mungkin. “Pemimpin adalah pelayan rakyat. Jadi sepanjang rakyat menghendakinya, saya siap maju pada Pilkada berdampingan dengan Iti,” tegasnya.
Pada bagian lain Ade mengatakan, desakan dan dukungan masyarakat adalah bentuk penghargaan. Karenanya, dia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pengurus PDI Perjuangan di semua tingkatan. Ade menyatakan, PDI Perjuangan adalah partai pemenang Pilkada. Karenanya seluruh kader partai wajib berjuang demi kemenangan Pilkada Lebak 2013.
Sementara salah seorang kader Partai Demokrat asal Dapil I Agus Setiana menyatakan mendukung Iti Oktavia Jayabaya sebagai bakal calon Bupati Lebak diduetkan dengan Ade Sumardi. Agus menilai, Iti adalah figur terbaik Partai di Demokrat dan Ade juga figur terbaik di PDI Perjuangan.
“Saya yakin Iti-Ade adalah dua figur yang sangat bagus, memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi di masyarakat. Kedua sosok ini juga memiliki semangat tinggi membangun Kabupaten Lebak,” tandasnya.
Sementara itu, Enjun Ombi Romli, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak menyatakan dukungannya kepada Ade untuk berdampingan dengan Iti.
“Dua figur ini bagus, dan keduanya adalah putra pribumi Lebak. Kami yakin, pasangan ini dapat meneruskan pembangunan Kabupaten Lebak ke arah yang lebih baik dan maju,” katanya.
Sejauh ini kata Ombi, partainya tetap solid, dan berdasarkan catatan sejarah politik, PDI Perjuangan adalah partai Pemilu di Kabupaten Lebak. “Karena itu seluruh kader partai, siap berjuang pada agenda Pilkada 2013 nanti, kata Ombi.(RIS)

Sumber : http://bantenpos-online.com/2012/07/11/iti-octavia-dan-ade-sumardi-terus-menuai-dukungan/